Sejarah Megapro Masuk ke Indonesia
Selamat pagi...siang...sore...malem.... pecinta Honda Megapro semua...
sesuai judul, kali ini saya bakal bahas sejarah perjalanan salah satu
jenis motor sport Honda yang paling terkenal di jamannya, yup.... Honda
Pro series..... Motor ini terkenal di kalangan masyarakat Indonesia
terutama di Jawa dan Sumatra, karena emang di pulau itu yang paling
laris dan penduduknya paling banyak gan... Honda GL-Pro pertama kali
diperkenalkan di publik Indonesia tahun 1985 dan hingga sekarang masih
tetap dijual dengan nama Megapro. Dari dulu hingga sekarang, telah
terjadi banyak sekali perubahan pada motor sport Honda ini, tentunya
menyesuaikan perkembangan jaman gan.
Honda GL-Pro Platina 105cc
GL-Pro pertama kali muncul sekitar tahun 1982 dengan memakai mesin 105cc
dan pengapian platina, sepupu ane pernah punya nih gan GL-Pro dengan
mesin 105cc pada blok silindernya dan pengapian platina. Nah buset yang
bikin pusing nyetel platinanya itu kalo pas mbrebet di tengah jalan....
hahaha. Ciri khasnya mesin warna putih silver persis kayak gambar.
Honda GL-Pro 145 (white engine)
Kemudian pada tahun 1985, gebrakan Honda cukup mengejutkan pasar
sepedamotor Indonesia, dengan menghadirkan Honda GL-Pro dengan kapasitas
mesin lebih besar dari GL-Max 125cc, yaitu 145cc dan pengapian CDI.
Otomatis tenaga yang dikeluarkan pun lebih besar. Penampilan dengan
desain lebih menarik dan kekar dibanding seri GL sebelumnya. Keluarnya
GL Pro langsung mendapat sambutan hangat dari pengguna sepedamotor di
Indonesia. Imej motor 4-tak irit tanpa perlu oli samping membuat
penjualannya pun termasuk "laris" menyisihkan para kompetitor,
menjadikan Honda semakin "berlari" sendiri, nyaris tanpa saingan
menguasai pasar sepedamotor di Indonesia. Para kompetitornya sedang
ramai-ramainya mengeluarkan mesin 2-tak yang berlomba-lomba membuat
sepedamotor kencang. Honda GL Pro hadir tidak terlalu mengutamakan
kecepatan untuk bersaing dengan para kompetitor, tapi mengandalkan
ketangguhan mesin dan keiritan penggunaan bahan bakar. Oleh karena itu
Honda GL-Pro mampu dibawa untuk perjalanan jauh sejauh yang kita mampu
tanpa mengalami gangguan mesin. Produksi dan penjualan GL-Pro white
engine ini dihentikan pada tahun 1991.
Honda GL-Pro 145 (Black Engine)
Belum puas dengan hadirnya GL Pro sebelumnya yang memiliki ciri khas
mesin berwarna putih silver atau biasa disebut white engine. Honda
mendatangkan Honda GL Pro secara CBU langsung dari Jepang dengan mesin
berwarna hitam atau GL Pro Black Engine. Sekilas tidak ada perbedaan
dengan kedua varian GL Pro berkapasitas 145cc ini. Selain mesin yang
lebih awet dan tangguh, GL Pro Black Engine juga jauh lebih bertenaga
serta akselerasinya sangat mengejutkan. Mungkin GL Pro ini merupakan
jawaban atas kompetitor yang lebih bertenaga karena menggunakan mesin
2-tak, sedangkan Honda tetep pede dengan 4-tak. Hingga saat ini, GL Pro
Black Engine masih menjadi incaran para pengguna sepedamotor. Bahkan
menurut penuturan para "bikers", bahwa Honda GL Pro Black Engine mampu
mengimbangi sepedamotor keluaran tahun terbaru yang berkapasitas 150cc.
Berikut spesifikasi GL Pro Black engine:
Mesin: 4-stroke, 1 silinder, OHC
Kapasitas mesin: 144,7 cc (145)
Bore x stroke: 61 x 49,5 mm
Rasio kompresi: 9,3 : 1
Max. power: 16 hp @ 8500 rpm
Pendingin: udara
Transmisi: 5-speed (1-N-2-3-4-5)
Kopling: manual, tipe basah, double clutch
Battery/accu: 12V-4Ah
Busi: ND X24EP-U9 - NGK DP8EA-9
Pengapian: CDI-DC, battery
Drive: chain (rantai)
Berat: 103 kg
Starter: kick
Dimensi:
Panjang x lebar x tinggi: 2034 x 754 x 1062 mm
Jarak sumbu roda: 1281 mm
Tinggi jok: 772 mm
Jarak ke tanah: 149 mm
Rangka: diamond steel
Suspensi:
- depan: telescopic
- belakang: swing arm, double shockbreaker
Ban:
- depan: 2,75-18 - 42P
- belakang: 3,00-18 - 47P
Rem:
- depan: cakram, single piston
- belakang: drum (tromol)
Honda GL-Pro 160 (Neo Tech)
Selanjutnya pada tahun 1995, Honda memperkenalkan Honda GL Pro dengan
teknologi baru, atau lebih dikenal dengan nama GL Pro Neo Tech, masih
mengandalkan mesin SOHC dengan kapasitas mesin 160cc. Menggunakan mesin
baru, yang berbeda dengan mesin GL Pro sebelumnya. Tenaga yang
dikeluarkan juga lebih besar dari GL Pro White Engine, tapi dari
penuturan beberapa teman yang pernah memiliki sepedamotor ini, secara
kemampuan masih sedikit di bawah GL Pro Black Engine, apalagi untuk
urusan power dan topspeed.
Pada tahun 1999, produksi Honda GL Pro dihentikan dan dilanjutkan ke generasi Megapro.
Spesifikasi GL-Pro Neo Tech:
4-stroke, OHC
Cylinder: 1
Kapasitas mesin: 156,7 cc
Bore x stroke: 63,5 x 49,7 mm
Rasio kompresi: 9,0: 1
Max power: 14,7 hp @ 8500 rpm
Max torque: 1,3 kgf.m @ 6500 rpm
Pendingin: udara
Fuel system: Silinder ventury karbu 24
Pengapian: CDI-DC, battery
Battery/accu: 12v-4Ah
Busi: ND X 24 EP-U9 / NGK DP8EA-9
Transmisi: 5-speed (1-N-2-3-4-5)
Kopling: manual, tipe basah, double clutch
Starter: kick
Dimensi:
Panjang x lebar x tinggi: 2034 x 754 x 1062 mm
Jarak sumbu roda: 1281 mm
Tinggi jok: 772 mm
Jarak ke tanah: 149 mm
Cam chain: silent chain (rantai)
Kapasitas olie mesin: 0,9 liter
Kapasitas tangki: 8.0 liter
Konsumsi bbm: 51,4 km per liter @ 50 km/jam
Berat: 106 kg
Rangka: diamond steel
Suspensi:
- depan: teleskopik
- belakang: swing arm, double shockbreaker
Ban:
- depan: 2,75-18 - 42P
- belakang: 3,00-18 - 47P
Rem:
- depan: cakram dengan double piston
- belakang: drum (tromol)
Lainnya:
- Rantai Kamrat model silent chain
- Gir belakang: 46
- Noken as: pakai 2 bearing
Honda Megapro 160 (Neo Tech)
Mega Pro generasi pertama hadir sekitar tahun 1999-2001, yang dikenal
dengan Megapro Neotech yang merupakan peralihan dari GL-Pro Neotech.
Terjadi perubahan bentuk dari yang serba kotak menjadi serba membulat
mulai dari body dan lampu. Mesin pun masih tetap sama menggunakan jenis
GL-Pro 160cc Neo tech, tidak ada perubahan pada generasi ini. Kemudian
Mega Pro generasi 2 hadir sekitar tahun 2002-2005. Bedanya dari generasi
pertama hanya pada penambahan elektrik starter, terlihat jelas pada
motor starter di dekat tutup aki sebelah kiri dimana terlihat lebih
penuh. Untuk body sendiri tidak terjadi perubahan, perubahan tampilan
hanya terjadi pada striping yang lebih manis dan mencolok. Dan pada
tahun 2004 keluar versi velg CW untuk Megapro generasi ini yang
merupakan edisi terakhir dari generasi Megapro ini hingga 2005.

Megapro old electric starter

Megapro CW
Honda Megapro 160 Advance (Primus)
Kenapa Megapro generasi ini disebut dengan Megapro Primus? Yup... karena
saat itu bintang iklan TVnya adalah Primus Yustisio, aktor dan bintang
iklan yang lagi ngetrend kala itu gan. diluncurkan pada tahun 2006,
walaupun memiliki nama Mega Pro Advance, tapi lebih dikenal dengan
sebutan Mega Pro Primus. Terjadi perubahan pada body yang terlihat
menyambung antara body tengah dan belakang. Tangki berubah sedikit lebih
tinggi namun volume sedikit menurun. Perubahan lain pada tampak
belakang dengan lampu model multireflektor dan perubahan pada dudukan
behelnya. Perubahan desain pada Megapro ini saat itu karena penjualan
motorsport Honda kesalip gan sama penjualan Suzuki Thunder 125 yang dulu
sempet laris manis mengalahkan penjualan Megapro old, sehingga Honda
terpaksa harus merevisi desain Megapro agar terlihat lebih fresh meski
masih tetap memakai mesin yang sama dengan sebelumnya. Desain Megapro
Primus ini untuk lampu belakang masih tetap dipakai hingga sekarang pada
Honda Verza 150.
Kelemahan Megapro generasi ini yang sering dikeluhkan para pengguna
adalah seringnya kampas kopling aus. Hal ini dikarenakan lemahnya daya
dorong per kopling yang mengakibatkan kopling menjadi lebih sering
tertekan yang mengakibatkan munculnya gesekan yang mempercepat keausan
kampas kopling. Selain itu tangkinya lebih cepat sekali keropos
ketimbang generasi sebelumnya

.
Spesifikasi Honda Mega Pro Advance (Primus)
Dijual Tahun: 2006 - 2009
Mesin: 4-stroke, SOHC, 1 silinder
Diameter x langkah: 63.5 x 49.5 mm
Kapasitas mesin (volume langkah): 156.7cc (160)
Perbandingan kompresi: 9.0 : 1
Pendingin: udara
Max. power: 13.3 ps @ 8500 rpm
Max. torsi: 1.3 kgf.m @ 6000 rpm
Transmisi: 5-speed (1-N-2-3-4-5)
Kopling: manual, tipe basah dan plat majemuk
Battery/ accu: 12V - 5 Ah
Pengapian: DC - CDI, Battery
Starter: electric dan kick
Busi: ND X 24 EP - U9/MGK DP8 EA-9
Tangki bbm: 13,2 liter
Berat:
- 126 kg, tipe SW
- 127 kg, tipe CW
Dimensi:
Panjang x lebar x tinggi: 2034 x 754 x 1065 mm
Jarak sumbu roda: 1281 mm
Jarak ke tanah: 149 mm
Tinggi jok: 774 mm
Rangka: pola berlian (diamod style)
Suspensi:
- depan: teleskopik
- belakang: swing arm, double shockbreaker
Ban:
- depan: 2.75 - 18 42P
- belakang: 3.00 - 18 47P
Rem:
- depan: cakram hidrolik dengan piston ganda
- belakang: tromol
Honda New Megapro 150
Nah untuk generasi Honda New Megapro yang lahir di tahun 2010 ini,
menurut banyak penggunanya mengalami penurunan akselerasi dari generasi
Megapro sebelumnya karena generasi New Megapro memakai karburator jenis
vakum. Memang sih tujuannya agar irit bensin, tetapi sejak Honda
mengeluarkan generasi New Megapro, penjualan Megapro jadi tak selaris
generasi sebelumnya. Bahkan di kalangan pedagang motor bekas, New
Megapro ini sepi peminatnya tidak seperti Megapro generasi sebelumnya.
Meskipun dari segi mesin New Megapro ini mengalami penurunan volume
silinder yang sebelumnya 160cc kini jadi 150cc, tapi Honda mengklaim
mesin generasi ini lebih baik dari sebelumnya karena selain 100% baru
dan minim getaran. Disamping itu Megapro generasi ini sudah menganut
sistem monoshock dan speedometer digital. Diatas kertas power Megapro
generasi ini lebih tinggi dari sebelumnya 13,7ps sedangkan Megapro
Primus yang 160cc hanya 13,3ps.
Berikut spesifikasi New Megapro:
Mesin: 4-stroke, SOHC
Kapasitas (volume langkah): 149,2cc (150)
Diameter x langkah: 57,3 x 57,8 mm
Perbandingan kompresi: 9,5 : 1
Max. power: 13,7 ps @ 8500 rpm
Max. torsi: 1,31 kgf.m @ 6500 rpm
Pendingin: udara
Pengapian: DC – CDI Digital
Battery/ accu: MF battery, 12 V – 5 A.h
Kopling: manual, multiplate wet clutch
Starter: electric dan kick
Busi: NGK CPR8EA-9 / NGK CPR9EA-9
Kapasitas olie mesin: 1 liter
Tangki bbm: 12,2 liter
Berat:
- 136 kg (tipe Spoke)
- 134 kg (tipe CW)
Transmisi: 5-speed (1-N-2-3-4-5)
Dimensi:
Panjang x lebar x tinggi: 2.050 x 757 x 1.075 mm
Jarak sumbu roda: 1.313 mm
Jarak ke tanah: 152 mm
Rangka:
Rangka: pola berlian (diamond steel)
Suspensi:
- depan: teleskopik
- belakang: tunggal (monoshock) dapat disetel keras dan lembut
Ban:
- depan: 80/100 – 17 M/C 46P (tipe CW tubeless & tipe Spoke tube)
- belakang: 100/80 – 17 M/C 55P (tipe CW tubeless & tipe Spoke tube)
Rem:
- depan: cakram hidrolik dengan piston ganda
- belakang:
- tromol (tipe SW)
- cakram hidrolik dengan piston tunggal (tipe CW)
Pada tahun 2014, Honda memperkenalkan New Megapro FI dengan pengabut
bahan bakar injeksi dan revisi pada penampilan cover tangki sehingga
lebih enak dilihat. Dilihat dari detailnya sih New Megapro FI ini banyak
yang berubah, misal knalpot lebih panjang dan footstep belakang model
gantung.
Spesifikasi New Megapro FI:
Kapasitas mesin: 149,5 cc (150)
Bore x stroke: 57,3 x 57,84 mm
Rasio kompresi: 9,5 : 1
Max power: 9,8 kw (13,3 ps) @ 8500 rpm
Max torque: 12,3 nm (1,25 kgf.m) @ 6500 rpm
Sistem bahan bakar: Full Injection (FI)
Kopling: manual, multiplate, wet clutch with coil spring
Transmisi: 5-speed (1-N-2-3-4-5)
Starter: electric dan kick
Perlistrikan:
Battery (accu): 12v-3,5Ah
Busi: NGK CPR9EA-9
Pengapian: Full Transisterized
Dimensi:
Panjang x lebar x tinggi: 2052 x 742 x 1079 mm
Jarak sumbu roda: 1316 mm
Jarak ke tanah: 156 mm
Olie mesin: 1,0 liter (penggantian periodik)
Tangki bbm: 12,3 liter
Berat: 135 kg
Rangka: diamond
Suspensi:
- depan: telescopic
- belakang: swingarm, monoshock
Ban:
- depan: 80/100-17 M/C 46P
- belakang: 100/90-17 M/C 55P
Rem:
- depan: disc (cakram) hidraulik, double piston
- belakang: disc (cakram) hidraulik, single piston
Jika dilihat dari spesifikasinya, New Megapro FI ini mengalami penurunan
power dari versi karbu, sebelumnya 13,7ps, kini hanya 13,3ps. Tapi yang
sangat disayangkan dari hampir semua generasi Honda Pro series ini
mulai jaman GL-Pro hingga Megapro selalu mengalami masalah pada tangki
yang kerap bocor, mungkin material logam yang digunakan pada motor ini
kurang baik, atau mungkin untuk menekan cost. Berbeda sekali dengan
tangki kompetitor yang jarang mengalami masalah bocor. Inilah faktor
minus dari motorsport keluaran Honda ini, tangkinya gak bisa awet gan.
Jika dilihat dari desain memang yang gak enak dilihat adalah desain
setirnya yang terlalu tinggi, tidak lebar seperti saingannya Yamaha
Byson yang lebih enak dilihat

.
Dan untuk kaki-kaki juga meskipun telah memakai ukuran 17 untuk depan
dan belakang, tetapi bannya masih kurang lebar, tidak seperti Byson

. Desain tutup tangki New Megapro ini masih terlihat jadul dan berbeda dari desain CB150 Dazzler yang beredar di India

mungkin untuk mengurangi cost lagi. Atau bisa jadi desain tutup tangki
sengaja dibuat jadul agar memudahkan dalam penggantian tangki yang
katanya kerap bocor

. Bisa jadi... Karena dari dulu Honda di Indonesia selalu melengkapi motorsportnya dengan fitur tangki bocor

.
Tapi info yang ane dapat untuk generasi New Megapro mulai 2011 ini
Honda merevisi material logamnya sehingga lebih awet dari Megapro
sebelumnya.
Kabarnya desain New Megapro ini adalah murni rancangan desain orang AHM
Indonesia, tapi kenapa desain ini lebih dahulu muncul di india dengan
nama CB 150 Dazzler? Entahlah, mungkin yang buat desain Indonesia, lalu
yang pertama launching India

.
Well, itulah sedikit ulasan tentang perjalanan GL-Pro hingga Megapro di
Indonesia, yang hingga sekarang masih tetap dijual gan meskipun
penjualannya kalah dari Honda Verza dan CB150R.
Sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/54ddb5bebdcb173c5b8b456d/sejarah-perjalanan-honda-gl-pro-hingga-megapro-di-indonesia/ (dengan sedikit perubahan)